Diduga Gerombolan Dept Collektor Lakukan Pemerasan Nasabah Suzuki Finance

MOJOKERTO, lintasskandal.com – Diduga gerombolan Dept Collektor yang terdiri dari 6 orang bertampang seram melakukan aksi pemerampas terhadap warga kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto yang bernama Sulistyanto pemilik kendaraan roda 4 jenis Suzuki XL 7 dengan Nomer PK 1519220000299 di Terminal Kertajaya Mojokerto, Jawa Timur. Selasa (101/12/2024)
Kronologi kejadiannya, disaat Sulistyanto pemilik mobil Suzuki XL 7 sedang beristirahat di Terminal Kertajaya pada hari Selasa 10 Desember 2024, tiba – tiba di datangi segerombolan Dept Collektor yang berjumlah 6 orang dari DCM menghampirinya menanyakan tentang keterlambatan angsuran mobilnya.
Menurutnya, gerombolan Dept Collektor dari DCM selaku pemegang kuasa penagihan dari Suzuki Finance secara administrasi mengalami keterlambatan 2x angsuran dan masuk bulan ke 3 berjalan.
Segerombolan depcolektor yang dibawahi oleh Dirga tersebut, berkeinginan untuk mengajak Sulistyanto pemilik mobil Suzuki XL 7 (debitur) ke kantor DCM yang berkedudukan di daerah Jabon – Mojokerto.
Namun hal tersebut ditolak oleh pihak debitur namun pihak debitur. Justru pihak debitur mengajak segerombolan dept Collektor tersebut ke Polres Mojokerto kota atau ke Polsek Dawarblandong wilayah tempat tinggal debitur tersebut berada.
Namun Pihak Depcolektor menolak dan menyarankan agar urusan penemuan unit atau armada yang menunggak angsuran tersebut diselesaikan di Terminal Mojokerto dengan menyerahkan sejumlah uang sebagai biaya penanganan. Ucap
Sulistyanto
“ Wes ngene ae mas , kita selesaikan nang kene wae !!!! ISO selesai Nang kene Lapo SE atek Nang polres maupun Polsek “ kata pria dalam gerombolan depcolektor dengan bahasa Jawa campuran yang artinya sudah gini saja mas kita selesaikan disini saja !!! Bisa selesai disini kenapa harus ke Polres ataupun Polsek .
Sementara itu, teman dari Dirga yang tak mau disebut namanya tersebut memberikan syarat untuk biaya penanganan tersebut sebesar 12 juta rupiah.katanya. Namun hal tersebut ditolak oleh Sulistyanto selaku debitur.
Dalam aksi tarik ulur biaya penanganan tersebut, pihak debitur dipaksa menyerahkan uang 3 juta sebagai upaya damai atau sebagai upaya biaya penanganan.
Disaat tarik ulur atas biaya penanganan penagihan tersebut, salah satu dari gerombolan dept Collektor tersebut menelpon salah satu anggota Polsek Dawarblandong yang berinisial S yang tak lain Debitur juga mengenalinya, namun ketika debitur menghubungi anggota Polsek Dawarblandong melalui Aplikasi WhatsApps untuk meminta nomer telpon salah seorang dari dept Collektor yang tadinya menghubungi dirinya tersebut. Justru debitur menerima jawaban balasan yang pada pointnya meminta izin kepada terlebih dahulu kepada yang bersangkutan (oknum Depcolektor. (tim)
Atas Dugaan aksi pemerasan yang dilakukan oleh segerombolan depcolektor tersebut, menjadi perhatian Adi Jembrak selaku sekjen dari Lembaga Front Pembela Suara Rakyat yang menyayangkan atas kejadian dugaan pemerasan di terminal Mojokerto yang melibatkan debitur mobil Suzuki XL 7 dengan segerombolan depcolektor yang berkantor di wilayah Jabon tersebut
“ kenapa pihak Suzuki finance tidak mengedepankan aturan – aturan yang ada dan sudah melibatkan pihak ke tiga dalam penanganan Mobil Suzuki XL 7 , padahal secara administrasi pihak debitur ini hanya mengalami keterlambatan 2x angsuran dan berjalan di bulan ke tiga “ terang Jembrak yang dalam kesehariannya selaku memakai peci tersebut.
“ Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap aksi – aksi upaya perampasan Unit di jalan yang dilakukan oleh oknum depcolektor tersebut “ ucap Jembrak
“ Apalagi Bapak Listyo Sigit Prabowo selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia menegaskan kepada seluruh anggotanya untuk menangkap Depcolektor Mata elang atau yang lainnya yang berupaya merampas kendaraan baik roda dua maupun roda empat “ terang Jembrak
Dimohonkan Kepada Bapak Kapolres Mojokerto kota untuk segera menangkap dan mengadili depcolektor yang bergentayangan di wilayah hukum Mojokerto Kota agar keresahan Masyarakat hilang dari bumi Mojopahit.
(tim)